Backpacker ke Australia
Posted By supermin
Tags:
Backpacker ke Australia dengan Budget Terbatas? Bisa, Baca Ini!

Negeri Kanguru, Australia, memang bisa menjadi pilihan destinasi wisata jika bosan dengan suasana Asia. Di Australia, sobat backpackeran bakal banyak menemukan bule-bule, padahal Australia ini masih tetangga dari Indonesia. Dari segi pariwisata, Australia banyak menawarkan tempat wisata yang asyik untuk dikunjungi. Semua destinasi wisata itu bisa sobat backpackeran kunjungi dengan cara backpackeran ke Australia.

✓ Tips Hemat Backpacker ke Australia

Jika sobat backpackeran memang ingin backpacker ke Australia, sebaiknya menyimak terlebih dulu tips berikut ini, sehingga sobat backpacker bisa puas menjelajahi setiap sudut yang ditawarkan di Australia.

1. Memilih maskapai penerbangan dengan tarif rendah

Jika memilih maskapai penerbangan biasa, maka harga tiketnya bisa bikin dompet sobat backpacker menjerit. Karena itu, sebaiknya sobat backpackeran memilih maskapai penerbangan bertarif rendah atau istilahnya low cost carrier. Tarif low cost carrier bahkan bisa setengah harga lebih murah dibandingkan penerbangan biasa. Sebagai contoh, tarif penerbangan biasa seharga Rp 4,6 juta, maka harga di low cost carrier bisa mencapai Rp 2,3 juta. Sobat backpackeran bisa mencoba untuk berburu tiket pesawat murah di situs maskapai penerbangan kesayangan sobat, mungkin saja sobat backpackeran bisa mendapatkan harga yang lebih murah lagi untuk backpacker ke Australia.

2. Membuat visa

Biaya Visa ke Australia

Sudah pasti, untuk bisa berjalan-jalan ke luar negeri, nggak hanya ke Australia, sobat backpackeran membutuhkan visa. Biaya visa ke Australia kurang lebih sekitar AUD 135 atau sekitar Rp 1,5 juta. Harga tersebut masih bisa berubah, bisa lebih murah atau malah lebih mahal. Siapkan pula persyaratannya, yang bisa sobat backpackeran lihat secara lengkap di http://indonesia.embassy.gov.au/jaktindonesian/Checklists.html.

3. Berangkat saat low season

Jika mau liburan ke Australia, sebaiknya hindari bepergian pada saat musim panas dan menjelang hari Natal, atau sekitar bulan Desember sampai Februari, karena bulan-bulan tersebut tergolong peak season, sehingga harga melambung tinggi. Musim yang ideal untuk backpacker ke Australia adalah pada saat musim semi, yaitu sekitar bulan September sampai November. Musim itu tergolong low season, jadi semua harga barang dan juga penginapan akan lebih murah dibandingkan musim-musim lain. Selain itu, musim semi di Australia memiliki waktu siang hari lebih lama daripada malam hari, jadi sobat backpackeran bisa jalan-jalan tanpa terkendala gelap pada malam hari.

4. Transportasi saat berada di Australia

Selama jalan-jalan di Australia tentunya butuh transportasi untuk bisa bepergian. Hindari menaiki taksi karena lebih mahal dan bikin kantong jebol. Yang ada malah sobat backpackeran jadi gembel di sana jika terlalu sering naik taksi. Solusinya adalah sobat backpackeran bisa menaiki bus gratis dalam kota, yang memang menjadi program pemerintah kota Sydney, Melbourne dan Perth. Solusi lainnya adalah bepergian dengan menggunakan campervan atau mobil kemah. Dengan menggunakan campervan, selain bisa dipakai untuk jarak jauh, sobat backpackeran juga akan menghemat biaya penginapan. Campervan ini bisa digunakan untuk istirahat pada malam hari. Untuk bisa mengendarai campervan, sobat backpackeran membutuhkan SIM internasional.

Campervan ke Australia

5. Manfaatkan air keran alias tap water

Air keran atau tap water di Australia aman untuk diminum, berbeda dengan di Indonesia yang harus disuling terlebih dulu baru bisa dikonsumsi. Tap water banyak ditemui di kota besar dan juga restoran serta hotel. Pemerintah Australia pun menjamin kebersihan dari tap water ini. Jadi sobat backpacker cukup sediakan botol minum, dan airnya bisa diisi dengan tap water. Dengan begitu, sobat backpacker bisa lebih hemat pengeluaran untuk membeli minuman saat backpacker ke Australia.

5. Pergi beramai-ramai lebih baik

Mungkin sobat backpacker sudah tahu, bahwa backpacker ke Australia bisa lebih murah jika pergi beramai-ramai. Sobat backpacker dan teman-teman bisa membagi biaya penginapan dan juga biaya makan, sehingga nggak terasa berat. Selain itu sobat juga bisa menyewa mobil untuk jalan-jalan di Australia tanpa khawatir akan kehabisan uang.

✓ Destinasi Wisata di Australia

Seperti disebutkan di awal tulisan, Australia menawarkan banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi oleh sobat backpackeran. Jangan sampai backpacker menyesal karena belum sempat mengunjungi destinasi wisata yang ada di Australia. Di mana saja itu? Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Sydney Opera House

Sydney Opera House Australia

Ikon Australia ini memang patut menjadi salah satu tujuan wisata sobat backpackeran. Jika dilihat dari jauh, rumah opera ini terlihat seperti kapal layar raksasa. Sesuai namanya, gedung yang berada di kota Sydney ini biasa dipakai sebagai tempat pertunjukan seni dan budaya. Jika sobat backpacker kurang menggemari pertunjukan opera, sobat masih bisa berkeliling di Sydney Opera House untuk mengunjungi kafe-kafe. Lumayan, sobat backpackeran bisa ngopi sambil menikmati pemandangan di sekitar Sydney Opera House.

2. Uluru Ayers Rock

Uluru Ayers Rock Australia

Kini kita beralih ke wisata alam, yaitu Uluru Ayers Rock. Sekilas tempat ini mirip dengan Grand Canyon di Amerika Serikat, namun jelas berbeda. Uluru Ayers Rockyang berada di Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta ini merupakan monolit batu terbesar di dunia. Batu besar setinggi 340 meter ini terbentuk dari pasir. Tempat ini dianggap suci oleh penduduk asli Australia, yaitu Suku Aborigin. Suku Aborigin menyebut Uluru Ayers Rock ini dengan nama Anangu. Menurut cerita penduduk setempat, batu raksasa ini bisa berubah warna ketika matahari sedang terbenam. Warnanya bisa berubah jadi biru, ungu bahkan merah.

3. Great Barrier Reef

Great Barrier Reef Australia

Bagi sobat backpackeran yang gemar diving, spot yang satu ini bisa jadi merupakan destinasi utama sobat. Keindahan bawah laut Great Barrier Reef ini tergolong luar biasa, karena berisikan formasi terumbu karang terbesar di dunia. Saking besarnya, konon terumbu karang ini bisa terlihat dari luar angkasa. Untuk bisa menjelajahi Great Barrier Reef ini, sobat backpackeran bisa menggunakan kapal pesiar yang berlayar di sepanjang pantai Queensland. Selain diving, sobat backpackeran juga bisa melakukan kegiatan lain seperti snorkeling, atau jika nggak ingin basah-basahan, bisa menikmati suasana lautan biru dengan menaiki kapal pesiar.

4. Pulau Kanguru

Kangoroo Island Australia

Kanguru sudah dianggap sebagai maskot Australia, karena itu sayang jika sobat backpackeran nggak berkunjung ke Pulau Kanguru, yang terletak di Australia Selatan. Sesuai namanya, di sini sobat backpackeran akan banyak menemui hewan kanguru lucu yang merupakan hewan asli Australia, dan bisa berinteraksi langsung dengannya. Awas, jangan sampai kanguru itu marah dan malah meninju sobat backpackeran. Berinteraksilah sewajarnya. Nggak cuma kanguru, hewan-hewan lain yang bisa sobat backpackeran temui di pulau ini antara lain adalah koala, ekidna, walabi, bahkan penguin.

5. Pulau Fraser

Pulau Fraser Australia

Saat backpacker ke Australia, jangan lupa untuk menyempatkan diri untuk mengunjungi pulau pasir terbesar di dunia, yaitu Pulau Fraser. Nggak heran, jika pulau ini masuk ke dalam situs warisan dunia UNESCO. Yang ditawarkan oleh pulau ini antara lain hutan hujan, bukit pasir, tebing pasir, sampai danau air tawar. Untuk populasi hewan, pulau ini banyak dihuni oleh anjing liar bernama Dingos, yang sudah termasuk hewan dilindungi karena hampir punah. Enaknya, pulau ini dikategorikan sebagai pulau yang masih ‘perawan’, atau masih belum banyak wisatawan yang berkunjung ke pulau ini. Jadi, suasana pulau ini termasuk tenang, dan cocok bagi sobat backpackeran yang ingin menikmati kesendirian dan menenangkan hati.

Nah, buat sobat backpackeran yang ingin berwisata ke luar negeri, atau lebih tepatnya ke negeri orang bule, tapi nggak mau mengeluarkan biaya lebih, maka sobat backpackeran bisa mengunjungi Australia.